Quality time adalah durasi waktu yang dihabiskan bersama untuk memperbaiki kualitas diri dan suatu hubungan. Ada banyak ragam quality time yang dapat Dads lakukan. Quality time bersama diri sendiri terdengar aneh, tapi quality time sendirian (me-time) juga tidak ada salahnya lho, Dads! Mungkin selama ini Dads selalu menjadi sosok ayah atau suami yang harus selalu bisa diandalkan. Tak ada salahnya Dads memanjakan diri sejenak.
Beberapa yang dilakukan oleh Dads adalah pergi ke toko buku sendirian, membaca selama satu jam, atau menghabiskan waktu di toko mainan untuk membeli Hot Wheels kesukaan. Terdengar kekanakan? Mungkin iya! Tapi, bayangkan kegembiraan saat melakukannya. Dads akan siap kembali ke rumah dengan perasaan yang bahagia.
Quality time bersama pasangan sangat penting lho, Dads! Ingatlah ketika nanti anak sudah besar, Dads dan Moms akan tinggal berdua saja. Biar tidak tengsin saat sudah berdua. Tidak usah ke tempat yang fancy. Cukup saja habiskan waktu bersama untuk mengurus anak, memasak berdua, berkencan di teras rumah sambil ngeteh berdua, atau mengurus kebun di depan rumah. Yang penting mengerjakan sesuatu berdua!
Jika tidak ada kesamaan aktivitas antara Dads dan Mom, Dads bisa mengajak Moms sesekali untuk ikut dalam aktivitas Dads. Misalkan bermain Playstation atau membersihkan rumah bersama keluarga. Ajak Moms untuk memainkan game ringan jika Moms tidak biasa bermain game. Atau bertukang, ajak Moms untuk membuat benda-benda yang mungkin dibuat. Quality time bersama keluarga adalah cara menjaga keutuhan keluarga yang sederhana.
Budayakan saja makan malam bersama keluarga di rumah. Matikan televisi, simpan telepon genggam. Melalui waktu-waktu sederhana seperti inilah, Dads bisa menggali kebutuhan keluarga. Mendengar curhatan anak di sekolah. Mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai anak. Mengetahui tingkat keharmonisan antar anggota keluarga.
Demikian lima cara membina rumah tangga bahagia. Rumah tangga yang bahagia diharapkan dapat menjadi tempat kembali yang selalu dinanti seluruh anggota keluarga, dengan Dads sebagai pemimpinnya. Yuk bagikan pengalaman pribadi Dads di kolom komentar! Mana tahu bisa jadi pelajaran untuk seluruh ayah di Indonesia. Semoga bermanfaat!