Saat menikah, ada janji yang terucap untuk menerima kelebihan dan keburukan masing-masing. Tidak perlu menuntut pasangan menjadi sempurna, kalau diri sendiri juga masih punya banyak kekurangan. Fokuskan pada hal-hal baik yang dimiliki si dia, dan tahu kapan bisa membantu mereka untuk berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi.
Memang benar orang yang bisa membuatmu paling bahagia juga bisa menjadi orang yang dengan mudahnya menghancurkan hatimu. Pasangan bukan dewa, tapi manusia yang rentan melakukan kesalahan. Ada saat-saat di mana kamu merasa terluka atau diremehkan, tapi jangan biarkan bertumpuk dan mulai menumbuhkan rasa benci pada pasangan.
Komunikasikan dengan pasangan tentang apa yang membuatmu sakit hati. Memang tidak bisa sekali jadi, tapi dengan kesabaran dan sifat pemaaf akan memberikanmu kekuatan dan harapan dari sebuah proses yang sedang berjalan.