Berikutnya adalah flash card (kartu pintar). Kartu ini bisa berupa kartu berwarna dengan gambar-gambar di dalamnya. Moms dan Dads bisa mengajak anak bermain memilih warna yang sama, gambar yang sama, hingga menyusunnya menjadi sebuah rangkaian, contohnya rangkaian huruf atau angka. Moms dan Dads harus mau ikut bermain juga, berebut kartu, lalu menantang ia agar mampu mendapat kartu yang ia butuhkan. Dengan begitu, selain belajar berkomunikasi yang baik, si kecil juga bisa mengasah kreativitasnya.
Ini merupakan mainan yang sangat umum dan mungkin hampir semua orangtua membelinya untuk dijadikan mainan anak yang mampu meningkatkan kecerdasan. Balok susun memang menjadi salah satu mainan penunjang interpersonal skill anak, lho. Ajak ia membangun sesuatu menggunakan balok. Sambil menyusun balok, Moms dan Dads bisa sambil membuat permainan sederhana seperti menentukan jumlah balok, kepemilikan balok, dan lain-lain. Intinya melatih anak agar mampu memahami situasi dan berinteraksi, sekaligus meningkatkan kreatifitas.
Sebenarnya, permainan yang paling mudah dan sangat mampu meningkatkan interpersonal skill anak balita adalah dengan memanfaatkan mainan berbentuk peralatan yang biasa digunakan di berbagai profesi. Misalnya, mainan buah dan sayur untuk dimasak (menjadi koki), papan tulis untuk dicoret (menjadi guru), mainan dokter-dokteran (menjadi dokter), dan masih banyak lagi. Disini Moms dan Dads harus mau mengambil peran seperti berakting sebagai rekan bermain seperti menjadi seorang konsumen restoran, menjadi seorang pasien, dan menjadi seorang murid. Kemudian, jalankan peran dan ajak anak berdialog sesuai topik.