Agar tidak kejadian seperti ini, biasakan untuk menggunakan alat makan secara berulang. Selama tidak digunakan untuk menampung jus atau es krim yang membutuhkan pembersihan ekstra, sah-sah saja jika Moms membilas gelas dengan air hangat dan menggunakannya lagi. Jadinya lebih hemat tenaga, waktu, dan tempat daripada mengeluarkan banyak gelas dari rak.

Sumber: Femina.co.id
Tips ibu bekerja tanpa ART selanjutnya adalah dengan menyiasati rumah agar Child-safe. Banyak sekali hal yang bisa Moms lakukan untuk menerapkannya, diantaranya,
Dengan begitu, Moms akan lebih tenang saat meninggalkan anak di rumah, mungkin bersama kakaknya yang lebih besar atau kakek neneknya. Jika ada budget lebih, Moms bisa menitipkan anak ke Daycare atau Playgroup terdekat agar semakin mudah diawasi.

Sumber: Jawapos.com
Jika penghuni rumah bukan hanya Moms dan Dads, cara mengatur waktu bagi ibu bekerja tanpa pembantu mungkin bisa sedikit lebih fleksibel. Bisa jadi, di rumah ada kakek dan nenek atau tante dan om. Moms bisa saja meminta bantuan para penghuni rumah lainnya untuk menemani si kecil sementara Moms sibuk mencuci, menyiapkan masakan atau menyetrika. Pekerjaan seperti membuang sampah, menyiram tanaman atau mengecek stok air galon, bisa Moms berikan kepada Dads. Tinggalkan juga sticky notes agar Dads tidak lupa, ya.

Sumber: Pexels.com/Pixabay
Weekend adalah saat yang tepat untuk menyiapkan bahan-bahan masakan. Saat belanja kebutuhan dapur Moms juga perlu mengatur strategi untuk menu praktis bagi keluarga. Saat ini, sudah ada metode bertajuk "food preparation" yang bisa Moms praktekkan.
Dengan food preps yang benar, bahan makanan jadi tidak mudah rusak dan Moms bisa menghemat waktu dibandingkan belanja bahan masakan setiap pagi. Beberapa kunci Food Preparation yang bisa Moms lakukan antara lain:
Catat dan lakukan dengan rutin sehingga working mom tanpa art akan terbiasa mengatur rumah tangga dengan lebih efektif deh!

Sumber: Alodokter.com
Nah, sekarang poin paling penting dari tips ibu bekerja tanpa ART, yakni belajar cuek dan merem kalau realita tidak semulus ekspektasi. Daripada memaksakan rumah selalu tertata tapi mengorbankan energi Moms yang sudah terkuras setelah pulang kantor, lebih baik terima saja kenyataan bahwa manusia juga butuh istirahat. Daripada Moms emosional dan marah-marah ketika si kecil membongkar mainan yang sudah susah payah dirapikan, lebih baik beritahu dengan lembut namun serius kalau hal itu membuat Moms sedih, lalu segera berangkat tidur dan simpan tenaga untuk besok.
Bagaimana, Moms? Menjadi seorang ibu bekerja tanpa pembantu memang penuh tantangan ya. Apakah Moms punya cara-cara lain untuk menghadapi tantangan yang ada? Yuk share di kolom komentar atau bagikan artikel ini ke sesama working mom tanpa art! Semoga bermanfaat!