
Sumber: Shutterstock.com
Ketika Moms dan Dads meminta anak belajar, coba ciptakan lingkungan yang nyaman terlebih dulu. Pastikan tidak ada suara bising, televisi tidak menyala, tidak ada perkelahian atau adik yang rewel. Ketenangan membuat anak merasa nyaman untuk belajar. Sebisa mungkin hindari hal-hal yang dapat memecah konsentrasi si kecil sehingga perhatiannya fokus pada pelajaran bukan kepada hal yang lain.

Sumber: Nomadicmatt.com
Jika anak mendapatkan nilai rendah pada satu mata pelajaran atau tidak menyukai pelajaran tertentu, jangan buru-buru menghukumnya ya Moms dan Dads. Pastikan dulu berbicara dengan guru di sekolah mengenai kondisi si kecil. Minta bantuan kepada sang guru untuk meningkatkan minat pada pelajaran tersebut sehingga bisa memperbaiki nilainya.

Sumber: Incasean.com
Ada tiga jenis tipe belajar manusia yaitu auditory (lebih mudah menerima informasi melalui suara), visual (menangkap informasi dengan gambar), dan kinstetik (senang belajar dengan gerak). Tetapi, ada juga yang merupakan tipe kombinasi dua tipe tersebut. Untuk itu, Moms dan Dads harus memahami si buah hati termasuk tipe pebelajar yang mana. Jika anak cenderung tipe kinestetik misalnya, maka ajaklah dia belajar sambil bermain.

Sumber: West.com
Membuat tujuan belajar bersama sang buah hati merupakan salah satu cara menghadapi anak malas belajar. Moms dan Dads bisa menetapkan tujuan belajar jangka pendek (misalnya mengenal abjad selama sepekan), jangka menengah (bisa mengeja), dan jangka panjang (membaca kalimat) agar anak termotivasi dan tetap berada di jalur yang telah ditentukan. Tujuan bersama ini juga untuk memudahkan Moms dan Dads memantau perkembangan dan kecepatan anak dalam menerima pelajaran.
Setelah menyimak cara-cara tersebut apakah Moms dan Dads masih berpikir kalau menghadapi anak malas belajar itu susah?
Jika sudah tahu caranya dan dilakukan dengan tepat, dijamin sangat mudah untuk meminta si buah hati mencintai kegiatan belajar.