Anak takut terhadap orang lain juga menjadi masalah tersendiri pada tahap usia perkembangan. Dari beberapa penelitian, usia 8 hingga 18 adalah usia yang cukup rentan terhadap emosional bersama orang baru.
Dalam ilmu psikologi, ketakutan ini bisa disebut sebagai stranger anxiety. Penelitian dari University of Pittsburgh menyebutkan ada beberapa tanda anak mengalami stranger anxiety, salah satunya adalah adanya emosi tertentu.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa anak usia pertumbuhan merasa takut dengan orang lain? Salah satu alasannya adalah karena mereka menganggap ibunya merupakan bagian dari dirinya.
Ilmu psikologi menilai bahwa takut terhadap keramaian disebut sebagai enochlophobia. Ketakutan ini muncul secara berlebihan dan menganggap bahwa keramaian akan menyebabkan bahaya pada dirinya sendiri.
Anak takut saat dalam keramaian mungkin bisa disebabkan oleh lingkungan. Dukungan keluarga menjadi kunci untuk menghilangkan kecemasan ini. Namun, terkadang keluarga tidak menyadari akan masalah yang dihadapi oleh anaknya.
Salah satu cara untuk menghilangkan ketakutan tersebut adalah memberikan arahan bahwa keramaian bukanlah hal berbahaya. Selain itu, pendampingan dari keluarga juga perlu dilakukan jika menginginkan anaknya tidak takut di keramaian.
Menurut pemerhati anak Kak Seto, orang tua sebaiknya tidak menyalahkan anaknya jika tidak mau sekolah. Namun, orang tua perlu melakukan evaluasi ulang terhadap sekolah tersebut apakah nyaman bagi anaknya atau tidak.
Anak takut berangkat sekolah mungkin bisa dipengaruhi banyak hal. Salah satu alasannya adalah mereka tidak memiliki tempat untuk bermain. Karena alasan tersebut, ada keinginan untuk meninggalkan sekolah.
Orang tua sebenarnya juga perlu memahami akan hal tersebut. Sering sekali Moms and Dads memaksakan hal tersebut. Namun, Moms and Dads tidak menyadari jika anaknya memiliki masalah tersebut.
Lalu, bagaimana jika anak memiliki ketakutan terhadap orang tuanya sendiri? Hal ini sebanarnya bisa terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya Moms tidak sepenuhnya memahami karakter anaknya.
Akibatnya, mereka akan jauh lebih sering mengurung diri di kamar. Mereka juga tidak terlalu nyaman saat mengobrol bersama orang tuanya. Hal ini bisa menyebabkan bekas luka pada hati mereka.
Dampak lebih jauh adalah hilangnya rasa percaya diri dan rasa aman. Mereka menganggap bahwa keluarganya merupakan sumber masalah. Akhirnya, mereka akan lebih sering melakukan hal-hal kurang baik.
Maka dari itu cobalah Moms selalu gunakan kata-kata positif dalam mendidik anak supaya tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.
Masalah seperti ini sebaiknya perlu dipahami oleh Moms. Usia pertumbuhan adalah usia yang cukup rentan. Anak takut juga karena masa pertumbuhannya tidak mendapatkan dukungan Moms and Dads.