Malaria biasa yang tidak disertai komplikasi (disebabkan oleh P. vivax dan P. falciparum) akan diberikan ACT dengan primakui. Dosis primakuin untuk P. vivax sebesar 0,25 mg/kgBB selama 14 hari. Sedangkan, untuk P. falciparum diberikan primakuin sebanyak 0,25 mg/kgBB pada hari pertama saja. Jika pasien malaria vivax kambuh, maka akan diberikan ACT dengan dosis yang sama dan dikombinasikan dengan primakuin sebesar 0,5 mg/kgBB/hari. Sedangkan, untuk pasien malaria P. ovale, ACT yang diberikan harus ditambahkan primakuin dalam jangka waktu 14 hari. Untuk malaria P. malariae, cukup diberikan ACT dengan dosis 1 kali sehari selama 3 hari.
Untuk pasien yang masuk dalam kategori malaria berat, biasanya sudah dirawat secara intensif di rumah sakit. Pasien akan diobati dengan memberikan artesunat intravena melalui cairan infus. Namun, apabila tidak tersedia maka pasien akan diberikan kina drip. Setidaknya, terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan oleh Moms dalam mengobati malaria pada anak. Pertama, jenis plasmodium yang menyerang anak. Kedua, kondisi anak seperti berat badan dan usia anak. Dan terakhir, jenis obat yang sesuai dengan jenis plasmodium penyebab malaria.
Apabila anak terserang malaria ringan, biasanya akan disarankan oleh dokter untuk rawat jalan selama beberapa hari. Namun, jika termasuk malaria berat, maka pasien akan akan diobservasi lebih mendalam di rumah sakit. Dalam keadaan tersebut, terkadang pasien malaria membutuhkan tambahan cairan, alat bantu pernafasan, hingga transfusi darah. Penting bagi Moms mengetahui gejala malaria pada anak sedini mungkin. Semakin cepat diatasi, maka semakin cepat pula bentuk pengobatan yang bisa diberikan untuk buah hati.