Sebagai orangtua, tentu sangat penting untuk memahami gaya belajar anak. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan yang membuatnya berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan tersebut kemudian menimbulkan ciri khusus yang semakin menambah keistimewaan setiap individu. Misalnya saja ada anak yang tidak suka dengan perhitungan angka dan cenderung menghindari rumus matematika sehingga bila harus belajar kedua hal ini, ia akan cepat bosan.
Sebaliknya, ada anak yang sangat tertarik pada perhitungan dan angka. Ada anak yang lebih suka belajar jika diiringi dengan musik. Ada juga anak yang lebih nyaman belajar dalam suasana yang sepi dan tenang. Karena itulah, orangtua dituntut untuk bisa memahami gaya belajar anak yang paling efektif secara personal. Ada beberapa cara yang bisa yang bisa Moms lakukan untuk mengetahui gaya belajar anak. Yuk langsung saja simak uraiannya berikut ini ya, HappyFams!

Sumber: Unsplash.com/Mi Pham
Secara umum, tipe gaya belajar anak dibagi menjadi tiga, yaitu visual (pengelihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetis (gerak). Putu Anindita, seorang psikolog anak dan remaja dari TigaGenerasi, mengatakan bahwa mengenali gaya belajar anak lebih mudah ketika anak mulai masuk TK. Ia juga menambahkan, jika anak masih terlalu kecil, maka akan sulit untuk mengidentifikasi gaya belajarnya. Ketika sudah sekolah TK, anak-anak mulai banyak melakukan interaksi dan eksplorasi yang membuat orangtua bisa mengidentifikasi gaya belajar anak.