Salah satu kunci hidup bahagia adalah mengurangi penyesalan. Sudah menjadi hal umum jika penyebab suatu penyesalan lebih banyak bukan pada apa yang kita lakukan; tapi pada apa yang tidak kita lakukan. Dalam sekian puluh tahun kita hidup, entah sudah berapa banyak peluang kita sia-siakan. Apapun jenis peluang itu. Entah itu dalam bidang usaha, relationship, bahkan soal pengembangan diri. Mungkin karena ragu, tidak punya waktu, mungkin juga dulu Dads menilai diri Dads belum mampu untuk memaksimalkan peluang tersebut. Mulai saat ini, segeralah kurangi keraguan ya, Dads. Ingat! Kita tidak bisa mengembalikan waktu. Kesempatan kadang hadir di fase tertentu kehidupan kita dan tidak akan kembali lagi. Putuskan! Lakukan! Dan teruslah menatap ke depan!
Tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk sekedar bersenang-senang. Me time tidak hanya hak ekslusif istri Dads saja. Nyatanya, Dads tentu juga membutuhkannya untuk menjaga kesehatan mental Dads, serta dari gangguan stress. Entah itu sekedar main games, futsal dengan rekan sejawat, atau sesederhana meluangkan waktu khusus untuk kencan dengan istri – hal yang jarang dilakukan setelah si malaikat kecil hadir di kehidupan Dads dan Moms. Sederhana memang, tapi inilah salah satu cara hidup bahagia yang mudah dilakukan tanpa perlu effort terlalu besar.
Ini juga menjadi poin yang jarang dipikirkan banyak orang. Padahal, masa pensiun adalah masa yang akan dialami siapa saja. Tidak peduli apakah Dads seorang jenderal, atau direktur perusahaan multinasional. Masa tua akan menggerogoti kinerja kita. Pahamilah juga bahwa kondisi kita mungkin tidak selalu dalam kondisi prima. Ada batas-batas tertentu yang tidak bisa kita elakkan, yaitu usia. Di usia tua, kondisi badan kita tidak fit seperti dulu. Kita tidak lagi bisa bekerja dengan intensitas yang sama seperti di masa muda.