Di kantor, tentu kita akan sungkan jika terlihat terus menerus "main" HP dan buka-buka sosmed sampai lupa waktu. Tapi di rumah, tidak ada bos yang mengawasi dan melarang sehingga bisa membuat waktu untuk bekerja jadi banyak berkurang. Jadi, gunakan dengan bijak ya, Moms!
Disiplin menjadi kunci untuk jadi ibu rumah tangga produktif. Misalnya, miliki prinsip "tidak boleh cek instagram sebelum kelar masak sarapan", "buka FB cukup 30 menit" dan sebagainya. Jika ada budget lebih dan bekerja di rumah dengan buka online shop, Moms juga bisa gunakan 2 handphone berbeda. Satu fokus untuk pekerjaan, sedangkan yang lainnya untuk pribadi dan hiburan. Untuk pekerjaan, uninstall semua aplikasi sosial media dan fokus pada kontak klien.

Sumber: Pixabay.com/Free-Photos
"Salah satu kunci untuk menjadi ibu rumah tangga produktif adalah memiliki prinsip, 'Happy Mom, Happy Family!'. Yang artinya, ibu rumah tangga yang bahagia, cenderung lebih produktif dan bisa memberikan efek positif pada keluarganya."
Perubahan yang terjadi selama masa transisi menjadi ibu rumah tangga vs ibu bekerja, sebaiknya dinikmati dan tidak dianggap sebagai beban. Jangan sampai, karena mengejar image ideal menjadi ibu rumah tangga produktif, Moms justru melupakan keinginan diri sendiri dan mengerjakan pekerjaan rumah dengan rasa terpaksa.
Tetaplah miliki waktu untuk memanjakan diri. Sekali waktu, jika merasa tidak enak badan, Moms bisa menghemat tenaga dengan beli makanan atau mengirim baju-baju kotor ke jasa laundry. Pergi ke luar rumah, membaca buku favorit serta jalan-jalan bersama Dads dan si kecil, juga perlu diagendakan Moms. Apalagi, sekarang Moms tidak perlu mengurus izin cuti ke perusahaan. Asyik, kan?
Apakah Moms punya tips lain untuk menjadi ibu rumah tangga produktif? Atau Moms ada kendala untuk membagi waktu antara pekerjaan rumah, keluarga dan kebutuhan pribadi? Yuk sharing dengan para Moms lainnya.