Ini adalah salah satu mitos yang paling sering disematkan oleh orang-orang pada olahraga malam hari. Alasannya, olahraga dapat memicu hormon adrenalin dan endorfin yang membuat tubuh terjaga. Ini konsepsi yang salah kaprah, Dads! Faktanya, olahraga malam justru dapat meningkatkan kualitas tidur kita. Olahraga malam hari, utamanya yang sifatnya dilakukan bersama-sama seperti futsal, basket, tenis, faktanya dapat menurunkan stress dan membuat kondisi tubuh jadi rileks usai melakukannya. Kondisi rileks inilah yang akan membantu Dads untuk masuk ke deep sleep dalam waktu relatif singkat.
Mitos ini ada benarnya jika olahraga yang dilakukan di malam hari ini dilakukan terlalu berlebihan. Oke. Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan selalu lebih banyak buruknya daripada manfaatnya. Apalagi jika dikaitkan dengan aktivitas olah raga malam hari. Suhu udara yang rendah dan kadar karbon dioksida yang lebih besar di malam hari berpotensi untuk menjadi penyebab gangguan kesehatan. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi aktivitas olah-raga yang intensitasnya terkontrol.
Selain itu, salah satu penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh yang sering dilupakan ketika melakukan olahraga malam adalah ritual mandi setelah olahraga malam. Biasanya, hal ini dilakukan karena risih dengan keringat yang mengalir deras. Atau adanya aktifitas lain seperti nongkrong dengan kawan-kawan kantor atau rekanan usaha pasca sesi olahraga. Stop, Dads! Pahamilah bahwa seharusnya Dads jangan langsung mandi setelah olahraga malam.