Terlalu banyak mainan akan membuat anak kesulitan memusatkan perhatian. Sebaiknya simpan mainan-mainan yang sudah jarang digunakan pada satu kotak, kemudian keluarkan kembali setelah beberapa minggu. Si kecil akan merasa bermain dengan yang baru dan berbeda, tanpa harus memaksa orangtua membelikan yang baru.
Selain itu, tidak perlu buru-buru mengganti mainan lama dengan yang baru hanya karena anak terlihat bosan. Bermain balok misalnya, setelah bisa menyusunnya nantinya si kecil akan belajar mengembangkan bahasa, imajinasi, dan kreativitas dengan mainan yang sama. Biasakan juga untuk bermain bersama kakak, adik, atau teman yang akan mengajarkan toleransi dan kerjasama dengan orang lain.
Sah-sah saja ingin membahagiakan anak dengan mainan-mainan baru, namun tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan kemampuan memainkan yang sesuai dengan usianya.