Namun untuk dapat melakukan hal tersebut, diperlukan manajer investasi. Manajer investasi bertugas untuk mengatur alokasi dana yang Moms dan Dads investasikan serta meminimalisir resiko terhadap penurunan nilai. Meskipun jual dan beli investasi reksadana ini terbilang mudah, tetapi ada baiknya jika Moms dan Dads membelinya pada bank yang bekerjasama dengan manajer investasi untuk menghindari resiko pada saat penjualan produk investasi (redemption).

Sumber: Yandex.com
Investasi properti menjadi alternatif terakhir untuk HappyFams. Properti memiliki riwayat harga penjualan yang cenderung positif alias terus mengalami kenaikan. Jadi, ketika Moms atau Dads melakukan investasi pendidikan anak dengan membeli properti, maka sangat mungkin properti itu memiliki nilai jual yang tinggi. Bahkan, Moms dan Dads juga dapat memanfaatkan aset properti untuk disewakan dan memperoleh penghasilan sampingan.
Namun, jangan lupa pertimbangkan juga beberapa resiko investasi pendidikan di bidang properti, seperti potensi kerusakan, munculnya biaya pemeliharaan rutin, hingga kemungkinan tidak dapat dijual secara cepat pada saat dibutuhkan. Terlepas dari berbagai resiko tersebut, tidak ada salahnya mencoba membeli properti dengan uang yang Moms dan Dads miliki saat ini. Atau jika terlalu mahal, sebaiknya Moms dan Dads bisa mencoba rekomendasi investasi lainnya.
Itulah tadi beberapa pilihan investasi pendidikan anak yang bisa dijadikan pertimbangan Moms dan Dads. Manakah yang paling cocok dengan kebutuhan dan kondisi perencanaan keuangan Moms dan Dads saat ini? Perlu dipahami bahwa produk investasi terbaik ialah produk yang sesuai dengan perencanaan keuangan keluarga. Jadi, yuk, mulailah membuat perencanaan keuangan sebelum memilih produk investasi pendidikan untuk si kecil.
Apakah Moms dan Dads yang mempunyai rekomendasi investasi pendidikan lain, boleh juga lho share di kolom komentar di bawah ini! Semoga bermanfaat.