Menjamurnya kafe-kafe yang menyajikan kopi single origin, mulai dari yang kelas premium hingga yang kaki lima, adalah bukti nyata dari era ini. Nah, pergerakan third wave inilah yang saat ini mendorong peningkatan kualitas kopi Nusantara yang banyak disajikan di berbagai coffee shop kekinian. Pergerakan ini jugalah yang kemudian melahirkan banyak sekali dads pecinta kopi pahit garis keras yang menolak minum kopi dicampur dengan gula.
Dua istilah ini adalah istilah yang paling akrab di telinga para pecinta kopi. Tapi, sebenarnya apa sih artinya single origin dan blend? Sederhana saja ternyata, Dads! Seperti dengan arti harfiahnya, single origin berarti biji kopi tersebut berasal dari satu daerah tertentu saja. Misal, kopi Aceh Gayo, Toraja, Wamena, Sidikalang, hingga kopi Dampit. Beberapa pecinta kopi berpendapat bahwa kopi paling nikmat jika dikonsumsi sebagaimana adanya, tanpa embel-embel gula. Dengan begitu penikmat kopi single origin dapat menikmati cita rasa kopi yang unik pada daerah kopi tersebut ditanam.
Sebagai contoh adalah kopi Aceh Gayo. Seorang pakar makanan yang juga penikmat kopi pahit single origin bahkan pernah menyatakan bahwa Kopi Aceh Gayo lebih nikmat daripada kopi Blue Mountain dari Jamaika yang sangat terkenal di seluruh dunia. Nah, sementara itu, blend artinya adalah campuran. Ya, teori dasarnya adalah dengan mencampur dan meracik berbagai jenis kopi dengan cita rasa tertentu, sehingga kita dapat mendapatkan cita rasa yang kita inginkan. Blend biasanya digunakan sebagai gerbang untuk mengenalkan kopi pada newbie yang ingin berpetualang di dunia kopi.