Bagaimana Moms, apakah sudah terjawab pertanyaan kenapa bayi harus dibedong? Selain beragam manfaat di atas, ternyata membedong bayi juga memiliki sisi negatif yang membahayakan apabila Moms tidak membedong bayi dengan benar. Apa saja sisi negatifnya? Yuk mari kita simak, Moms!
Apakah Moms pernah mendengar tentang membedong bayi dapat membantu agar kaki bayi lurus? Sebenarnya, membedong bayi tidak ada hubungannya dengan bentuk kaki bayi lho, Moms. Justru apabila dibedong terlalu ketat, dikhawatirkan akan menyebabkan masalah displasia pada tulang panggul bayi. Apa sih displasia panggul? Displasia panggul adalah tejadinya ketidakseimbangan antara tulang tulang pada sisi panggul. Mengapa membedong dengan kuat dapat menyebabkan hal tersebut? Karena ketika Moms membedong dengan terlalu kuat, kaki kaki bayi akan dipaksa lurus hingga tidak dapat bergerak. Padahal, saat di dalam rahim kaki bayi bengkok dengan alami lho. Apabila dipaksa lurus, hal ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan dan dislokasi pada sendi
SIDS merupakan kematian mendadak pada bayi tanpa memperlihatkan gejala apapun sebelumnya. SIDS ini paling banyak terjadi ketika bayi sedang tertidur, meskipun dapat juga terjadi ketika bayi sedang bangun. Resiko SIDS dapat meningkat, saat bayi tidur dengan posisi miring ataupun telungkup. Maka dari iitu, saat bayi dibedong sebaiknya dalam keadaan telentang dan selalu awasi bayi agar tidak miring atau telungkup ya Moms. Selain itu, kain bedong yang menjuntai juga akan berisiko menutup hidung dan mulut bayi sehingga memungkinkan terjadinya SIDS.
Bedong yang terlalu ketat, juga akan mengganggu pernafasan bayi lho, Moms. Hal ini disebabkan tulang tulang rusuk bayi yang tertekan, sehingga bayi tidak dapat bernafas dengan lega. Jadi, ketika membedong bayi pastikan kain bedong tidak terlalu ketat baik pada kaki ataupun dada bayi ya, Moms.
Mengapa membedong dapat menghambat perkembangan motorik bayi? Hal ini dapat terjadi jika Moms membedong bayi sepanjang waktu. Bayi memang memerlukan kehangatan dan manfaat-manfaat lain yang bisa didapatkan ketika dibedong. Namun, membedong bayi sepanjang waktu juga bukan pilihan yang bijak ya, Moms! Apabila bayi dibedong sepanjang waktu, bayi akan kesulitan bergerak serta tangan dan kakinya tidak dapat mengeksplorasi keadaan sekitar. Apabila hal ini terus dilakukan, perkembangan motorik kasar maupun halus bayi akan terhambat.
Demam? Ya, betul Moms! Bayi baru lahir demam juga dapat disebabkan cara membedong bayi dengan terlalu kuat. Ditambah lagi jika Moms menggunakan kain yang tebal sehingga hal ini dapat menaikkan suhu tubuh bayi. Akhirnya si kecil pun bisa merasa kepanasan dan dapat berujung dengan demam. Oleh karena itu, sebaiknya Moms memlih kain yang tipis dan nyaman saat membedong bayi.
Wah, ternyata di samping beragam manfaat yang bisa didapatkan dari membedong bayi, banyak juga sisi negatifnya ya apabila kita tidak membedong dengan benar! Oleh karena itu, saat membedong bayi sebaiknya Moms menggunakan kain yang tipis dan lebar serta tidak membedong terlalu ketat untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Lalu, sampai kapan bayi harus dibedong? Pahamilah, apabila bayi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman saat dibedong, atau bahkan sudah dapat melepaskan kain bedong dari tubuhnya, maka saat itulah saat yang tepat untuk tidak lagi membedong bayi.
Begitulah rangkuman fakta dibalik kenapa bayi harus dibedong. Apakah Moms tahu fakta-fakta lain soal membedong bayi? Yuk share di kolom komentar!