Tahun yang sama menurut data WHO sebanyak 60 juta penduduk dunia mengalami bipolar atau kepribadian ganda. Lebih dari 21 juta jiwa mengalami Skizofrenia. Diprediksi jumlahnya setiap tahun bertambah.
Di Indonesia sendiri permasalahan tersebut dipengaruhi oleh faktor keturunan, psikologis dan sosial. Gangguan seperti depresi mulai menyerang usia 15 tahun dengan prosentase 6% dari seluruh penduduk Indonesia.
Jelas bahwa kesehatan jiwa remaja di Indonesia mulai mengalami berbagai gangguan. HappyFams yang memiliki anak atau kerabat usia tersebut perlu mendampingi dengan memberikan dukungan secara psikologis.
Sebab kasus yang lebih berat seperti Skizofrenia di Indonesia sudah mencapai 400.000 orang, data tahun 2016. Jumlahnya meningkat seiring bertambahnya beban belajar, permasalahan dalam keluarga maupun dengan lingkungan.
Menurut perspektif Islam masalah ini merupakan hubungan harmoni antara diri sendiri dengan Allah, sesama manusia, serta alam. Ditandai dengan perasaan berserah kepada Tuhan, optimis menjalani kehidupan, bebas dari penyakit hati.
Terkait kondisinya pada usia remaja, semestinya dipupuk sejak dini. Faktor psikologis dan sosial berpengaruh nyata terhadap perkembangan psikis. HappyFams tentu familiar dengan kasus-kasus bullying beserta kenakalan remaja yang melampaui batas.
Hal ini bisa dihindari sejak dini mulai dari dalam rumah. Salah satunya dengan mempererat komunikasi serta ajakan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Langkah ini bisa HappyFams terapkan sejak usia dini.
Secara medis, penderita gangguan kejiwaan akan diberikan pengobatan psikofarmaka (obat-obatan) serta psikoterapi. Psikoterapi merupakan pengobatan penderita gangguan kesehatan jiwa melalui komunikasi dan pendekatan psikologis dengan sering mengajak berinteraksi.
Secara Islam, pengobatan dilakukan menggunakan metode Al-quran dan sunnah. Sering disebut dengan Mindfulness Spiritual Islam. Tujuannya untuk memberikan pemahaman bahwa apa yang dialami merupakan kehendak Yang Maha Kuasa.
Dekat dengan Tuhan merupakan kunci jiwa sehat menurut Islam. Namun tetap saja HappyFams perlu mendampingi supaya dalam interaksi dengan lingkungan, kondisi kesehatan jiwa tersebut tidak berkurang namun semakin meningkat.
Dengan memahami tentang kesehatan jiwa ini, diharapkan Happyfams lebih dapat terhindari dari masalah kesehatan jiwa dan dapat hidup lebih harmonis dan bahagia. Begitupun dalam menghadapi lingkungan terdekat dapat memberikan arahan untuk menemani orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa.