Pendidikan merupakan modal penting baik anak-anak untuk dapat menghadapi masa depan. Sejak kecil anak-anak diberikan pendidikan formal dari tahap PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, sampai Sekolah Tingkat Atas dan dididik olah guru-guru di sekolah. Adapula sekolah berbasis asrama seperti pesantren, maupun sekolah asrama Katolik di Indonesia yang mewajibkan seorang anak untuk menetap dalam waktu tertentu di tempat terpisah dari orang tua.
Tentunya ada nilai plus dan minusnya ketika anak disekolahkan dengan berbasis asrama. Semuanya kembali ke kebutuhan dan tujuan orangtua untuk memberikan bekal ilmu serta modal di masa depan.
Namun tidak ada institusi apapun yang dapat menggantikan peran orangtua dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Baik itu sekolah, asrama, pesantren, universitas dan lain-lain. Hal ini yang menjadi catatan penting bagi para orangtua yang ingin mengirim putra-putrinya belajar di institusi berbasis asrama. Seperti pesantren misalnya. Institusi berbasis asrama akan relevan membantu (bukan menggantikan) pendidikan orangtua.
Hal dasar yang perlu diperhatikan oleh orangtua bila ingin menetapkan pilihan bahwa anak untuk belajar di pesantren dan tidak menggantikan pendidikan orang tua: