Begitu sampai di sini, akan ada pengurus klenteng yang menyambut dengan hangat walaupun banyak wisatawan lain yang datang. Bahkan pengunjung juga diperbolehkan mengambil foto lho, asal tetap mengikuti aturan ya! Yang terpenting adalah, jangan sampai membuat keramaian hingga membuat jamaah yang sedang beribadah terganggu.
Klenteng yang berdiri sejak 1960 ini memiliki unsur sejarah yang penting bagi warga Tionghoa dan merupakan rumah bagi Dewa Pelindung, Tan Seng Ong yang juga pendiri bangunan tersebut. Bahkan pada awal 2014 lalu, klenteng ini mendapat pengakuan khusus dari Pemerintahan Indonesia melalui Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu warisan sejarah Tanah Air. Menarik dan kaya nilai sejarah bukan tempat wisata imlek di Jakarta yang satu ini?

Sumber: mediaindonesia.com