Diabetes adalah penyakit yang terbilang menakutkan bagi Dads yang merupakan pecinta kuliner. Apalagi buat Dads yang menggemari rendang, jeroan, dan makanan-makanan berkolesterol tinggi lainnya. Bagaimana tidak? Penderita diabetes akan dipaksa untuk mengubah pola makannya. Pastinya Dads juga masih mengharapkan untuk bisa makan makanan enak tak hanya saat ini saja, namun juga seterusnya bukan? Kabar baiknya, memiliki hobi lari terbukti dapat menurunkan resiko terkena diabetes. Kolesterol yang kita konsumsi dapat dibakar secara efektif oleh aktivitas lari. Bahkan, jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan aktivitas angkat beban di gym. Hebatnya lagi, karena aktivitas lari melibatkan seluruh tubuh, ia juga sangat efektif untuk membakar lemak dan membangun otot. Selain fit, Dads akan tampak lebih bugar dan atletis.
Lari melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Dampaknya, aliran darah ke otak pun juga akan semakin lancar. Terlebih lagi ketika aktivitas lari juga mampu membakar timbunan lemak dalam darah yang mengganggu sirkulasi darah ke otak. Lancarnya aliran darah ini tentunya akan berdampak pada kinerja otak dapat yang bisa bekerja lebih optimal.
Menurut studi yang dilakukan di AS dan Eropa, lari dapat menurunkan resiko kanker hingga 20% untuk 13 jenis kanker. Terutama pada kanker paru-paru, jantung, ginjal, dan lambung. Hingga kini, memang belum diketahui secara pasti bagaimana mekanisme lari dapat menurunkan resiko kanker. Namun, yang pasti, aktivitas fisik yang terkontrol dan dapat membuat badan kita lebih sehat dan resisten terhadap berbagai macam jenis penyakit.