Cara Menghadapi Anak Manja Tanpa Harus Membuatnya Merasa Tertekan

Waktu Baca: 8 menitSelasa, 24 Maret 2020 10:00 WIB
Anak Manja
Sumber: Yandex.com

Anak-anak mandiri akan cenderung lebih menerima jika kenyataan tidak berjalan sesuai keinginan. Mereka mungkin mengambek atau frustasi sejenak, tapi mereka dapat kembali dan move on dengan strategi baru dalam durasi yang jauh lebih cepat ketimbang anak manja. Mereka dapat memahami perasaan orang lain dan membantu orang lain membangun dirinya. 

Cara Mengubah Anak Manja Menjadi Mandiri

anak manja vs anak mandiri
Sumber: Yandex.com

Setelah menyimak perbedaan anak manja vs anak mandiri, mungkin Moms tergugah ingin mengetahui tips dan trik merubah perilaku sang buah hati menjadi lebih mandiri dan positif bagi sekitarnya. Mari kita simak satu-satu bagaimana cara menghadapi anak manja dan mengubahnya menjadi anak mandiri. Simak penjabarannya berikut ya, Moms!

1. Evaluasi Diri Orangtua

Pada dasarnya, jika Moms ingin mengubah perilaku anak, maka Moms juga harus siap memperbaiki diri, ya. Bisa jadi, kesalahan utama ada di pengasuhan orang tua. Mungkin Moms terlalu sayang pada sang buah hati sehingga Moms sulit membiarkan ia mengeksplorasi sekitarnya.

Moms dan Dads mungkin terlalu tidak tega melihat ia kesulitan, sehingga selalu membantu walau tanpa diminta. Pun begitu, Moms harus sadar akibatnya: sang buah hati jadi merasa aman. Jika kesulitan atau malas, ah tenang saja, kan ada orangtua yang siap membantu. Padahal, tak selamanya bisa begitu.

Mungkin Moms dan Dads tak tahan melihat si kecil meneteskan air mata, padahal air mata adalah bagian dari kedewasaan. Rasa tak tega kadang bukan cara mengatasi anak manja dan cengeng yang baik. Pelajaran penting bagi si kecil adalah: tak semua keinginannya di dunia ini dapat terwujud. Semua orang punya keterbatasannya sendiri dalam memenuhi kebutuhannya, apalagi kebutuhan orang lain.

Jika Moms dan Dads sudah menyadari bahwa ada yang tidak beres dari pola dan cara asuh kepada anak, maka inilah saatnya Moms dan Dads berproses menuju perubahan bersama-sama. Siapkan mental. Mungkin saja terjadi penolakan dari sang permata hati, atau justru akan ada pemberontakan. Tapi, selalu ingatkan diri Moms dan Dads bahwa perubahan pola asuh ini dimaksudkan untuk kebaikan si kecil juga.

2. Berusaha Untuk Konsisten Dengan Perintah Dan Larangan

Langkah pertama yang dapat Moms dan Dads tempuh adalah mengurangi zona nyaman sang buah hati dengan memberinya perintah dan larangan. Misalkan, ketika ia meminta uang, Moms dapat membuat patokan uang saku anak untuk sebulan. Tantang sang buah hati untuk mengelola uang sakunya dengan bijak.

Moms bisa langsung menjelaskan alasannya, dan gunakan alasan logis ya Moms, jangan mengada-ada. Misalnya, "Mama ingin kamu bijak menggunakan uang. Kalau Mama terbiasa memberi kamu uang, takutnya kamu merasa aman dan malah menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang belum perlu."

Setelah memberikan batasan ini, Moms harus ingat untuk selalu konsisten, ya. Walau si kecil nanti kesulitan uang, Moms jangan berikan ia uang, kecuali dalam kondisi darurat. Akan lebih baik jika Moms bantu berikan alternatif untuknya, misal bawa bekal dari rumah yang bisa membantu mengurangi pengeluaran anak. 

Jika ia memutuskan untuk bawa bekal dari rumah, Moms bisa mendampingi ia untuk memasak, sekaligus mengajarinya memasak. Pelan-pelan, Moms bisa mulai membiarkannya memasak sendiri sehingga si kecil akan mulai meninggalkan kebiasaan manja yang bisa menambah satu lifeskill kehidupannya: memasak.

3. Berikan Alasan Terkait Perubahan Sikap Moms

Mungkin si kecil merasa tingkah laku orangtuanya tak sama seperti dulu lagi. Tadinya permisif sekali, kok sekarang malah membatas-batasi dan menyuruhnya mengerjakan segala sesuatunya sendiri? Sebelum menjadi salah paham berkelanjutan, Moms bisa bantu jelaskan padanya apa alasan perubahan sikap Moms dan Dads.

Ajak si kecil berdiskusi terkait perubahan sifat ini. Biarkan si kecil mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Mungkin ia kecewa, mungkin Ia merasa tak lagi disayangi, bahkan merasa Ia bukan anak kandung Moms dan Dads (ya, kasus drama seperti ini mungkin ada).

Setelah si kecil tenang, Moms bisa mulai masuk ke penjelasan. Jelaskan padanya Moms sayang padanya dan ingin Ia menjadi orang berkepribadian baik di masa depan. Akhiri sesi haru biru ini dengan pelukan dan ungkapan betapa berharganya dirinya di mata Moms.

4. Berikan Reward or Punishment 

Tak ada salahnya memberi penghargaan atau hukuman. Kita ambil contoh kasus menghemat uang tadi. Pada bulan tertentu , setelah ia berlatih menggunakan uang dengan bijak, Moms bisa memberikannya kejutan. Siapa sih yang tidak ingin diapresiasi? Dengan apresiasi, sang buah hati dapat merasa sangat dicintai dan terharu karena ia merasa masih diingat oleh orangtuanya.

Sebaliknya, jika si kecil melanggar atau berbuat tidak jujur, Moms bisa memotong uang sakunya lagi. Lakukan ini sampai si kecil jera. Ingatkan padanya bahwa tak selamanya orangtua dapat membantu. Jika ia kedapatan berbuat tak jujur seperti mencuri atau memalak teman, Moms bisa menegurnya dan mengajaknya berbicara dengan memberi contoh kasus korupsi, misalnya.

Lakukan pendekatan empatik, seperti "Kalau kamu keterusan begini, takutnya malah seperti Bapak A. Kasihan jutaan rakyat Indonesia jadi tidak punya e-KTP." lalu jelaskan efeknya jika orang tidak memiliki e-KTP. Biasanya, hal ini dapat membuatnya jera dan mendapatkan bayangan mengapa melakukan hal tidak terpuji seperti pencurian bisa merugikan sang anak di masa depan ketika sudah bekerja dan terjun ke masyarakat.

5. Memperbanyak Bersosialisasi Dengan Kerabat Atau Masyarakat

mengasuh remaja usia awal
Sumber: Yandex.com

Melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat yang beragam adalah cara terbaik menumbuhkan empati. Dengan berinteraksi bersama mereka, anak bisa memahami bahwa dunia ini lebih luas dari genggamannya. Cara ini cocok dilakukan juga sebagai cara mengatasi anak manja dan malas, supaya mereka mau berinteraksi dengan orang lain.

Banyak orang yang susah, banyak orang yang sukses. Ada langit dijunjung di atasnya dan ada bumi ditapaki di bawahnya. Jadi, dunia ini tak berputar di dirinya saja. Pentingnya kesadaran akan hal seperti ini dapat membuat sang buah hati jago empati. Selain itu, kegiatan ini dapat menyambungkan silaturahmi antara dirinya dengan kerabat atau masyarakat. Pelan-pelan, rasa manja di dalam dirinya terkikis.

Contoh nyata kegiatan ini bisa Moms lihat di acara artis-artis masuk desa atau di kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Anak-anak kota yang cenderung serba enak akan merasakan arti perjuangan ketika mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Yang penting, kurangi rasa iba di hati Moms. Saat ini, ia berada di jalan menuju kedewasaan. 

Apakah Moms kian termotivasi memperbaiki sifat anak manja sang buah hati? Yuk mulai dari hal kecil, mulai dari hari ini, dan mulai dari saat ini. Jika Moms memiliki pengalaman mengubah perilaku manja menjadi mandiri, silakan bagikan di kolom komentar ya, Moms!

Halaman: 12345

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Cara Menghadapi Anak Manja Tanpa Harus Membuatnya Merasa Tertekan"