Anak yang manja biasanya suka mengambek, berapapun usianya. Ketika mereka menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dia inginkan, maka ia akan melakukan berbagai tindakan untuk mengekspresikan emosinya, salah satunya aksi mogok bicara dan mogok interaksi. Wajah yang berat akan ia tampilkan di depan Moms.
Ketika si manja mengambek, ia bisa saja membuat repot sekelilingnya. Karena ia tak mau mengungkapkan apa yang dirasakannya, semua orang akan bingung harus berbuat apa. Hal ini akan sangat berbahaya jika ia memegang posisi penting dalam suatu kelompok. Tentu saja pekerjaan akan sulit selesai karena aksi ngambeknya.
Pada anak yang lebih konfrontatif, biasanya rasa manja akan diwujudkannya dalam bentuk pemberontakan hebat. Moms dan sang buah hati akan terus berdebat hebat. Selain melelahkan, perilaku ini akan merenggangkan hubungan dan rasa percaya antara Moms dan si buah hati.