Tidak hanya itu saja, Moms juga mengalami perubahan hormon yang berperan selama masa kehamilan seperti hormon oksitosin dan prolaktin. Hormon oksitosin mempengaruhi produksi air susu, sedangkan hormon prolaktin berguna dalam menunjang prosuksi air susu, Moms.

Sumber: Freepik.com
Kegiatan menyusui sendiri sudah dapat dilakukan setelah bayi beberapa menit dilahirkan. Pemberian air susu setelah melahirkan ini lebih dikenal sebagai Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Pemberian air susu ini tidak hanya untuk memperkuat hubungan antara ibu dan anak, namun juga pada air susu pertama mengandung kolostrum yang baik bagi bayi baru lahir.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyusui:
Usahakan untuk melakukan pemberian ASI sebanyak 8 hingga 12 kali dalam sehari. Selain mencukupi nutrisi bayi, cara ini juga membantu meningkatkan produksi ASI. Jika sedang berada di luar rumah, Moms masih bisa memberikan ASI dengan melakukannya di ruang ibu menyusui yang biasanya telah tersedia di tempat-tempat tertentu.
Moms juga harus tahu tanda bahwa bayi telah cukup mengkonsumsi ASI atau tidak dengan melihat air seninya. Jika berwarna kuning cerah berarti nutrisi yang berasal dari ASI telah terpenuhi. Selain itu, jika bayi merasa kenyang mereka akan tertidur dan payudara Moms menjadi lebih lunak.
Beberapa makanan tertentu dapat memberikan dampak negatif terhadap bayi, seperti cokelat, bumbu berempah, kubis, brokoli, dan jeruk. Jika Moms termasuk pecinta kopi, sebaiknya batasi konsumsinya dan jangan lupa untuk hindari minuman beralkohol.
Penting bagi Moms untuk selalu menjadi asupan gizi selama masa menyusui dan menerapkan gaya hidup sehat. Namun apabila Moms sedang sakit seperti flu, ada baiknya untuk menghindari atau tidak terlalu dekat dengan bayi sementara waktu.
Nah, Moms itulah tadi beberapa informasi mengenai laktasi. Menyusui bukan suatu hal yang menakutkan, jika Moms dapat melakukannya dengan baik tidak hanya nutrisi bayi tercukupi namun juga hubungan antara Moms dan anak semakin bertambah dekat. Semoga bermanfaat.