Selama ini telah banyak yang mengingatkan ibu hamil agar tidak dekat-dekat dengan asap rokok. Namun, sudah tahukah Moms apa saja efek buruknya bagi kehamilan? Pahamilah bahwa resiko yang didapat mulai dari bayi lahir dengan berat badan rendah, bibir sumbing, pertumbuhan otak terganggu, memiliki gangguan asma, terlambatnya pertumbuhan paru-paru hingga kematian dini yang semua itu dapat dipicu oleh rokok yang mengandung setidaknya 3 zat karsinogenik.
Begitu juga dengan minuman beralkohol. Meskipun masih ada perdebatan mengenai aman atau tidaknya ibu hamil mengkonsumsi alkohol, sebaiknya Moms menjauhinya karena sifat alkohol yang sulit untuk diurai oleh tubuh. Pada usia awal kehamilan, organ hati yang bertugas untuk menyaring zat-zat kimia dalam tubuh bayi belum terbentuk dengan sempurna. Sehingga mengkonsumsi alkohol akan membawa risiko terjadinya kelahiran prematur serta Fetal Alcohol Syndrom (FAS).

Sumber: Unsplash.com/ Christin Hume
Moms merasa khawatir? Merasa cemas karena berbagai hal hingga sulit tidur? Ada pikiran yang mengganjal? Segera diskusikan hal ini dengan Dads. Hamil dan membesarkan seorang anak membutuhkan kerjasama yang ciamik antara Moms dan Dads sebagai suami dan calon ayah, jadi jangan menanggung semua perasaan cemas dan khawatir sendirian ya Moms.
Kondisi fisik dan mental yang terjaga merupakan kebutuhan utama pada trimester pertama kehamilan. Jika Moms memiliki kecemasan mengenai kondisi finansial untuk biaya persalinan maupun kesehatan, inilah waktunya untuk mencari solusinya bersama Dads. Jangan dipendam sendirian karena ibu hamil yang mengalami tekanan mental bisa menyebabkan janin tidak berkembang dengan baik hingga keguguran, lho.

Sumber: Unsplash.com/ Cyril Saulnier
Bagi ibu hamil konsumsi kafein maksimal yang diperbolehkan adalah 200 mg. Moms yang coffeholic atau puyeng kalau pagi-pagi nggak nge-teh harus waspada nih. Konsumsi kafein di atas 300 mg bisa meningkatkan risiko BBLR (berat badan lahir rendah), penyerapan zat besi ke tubuh janin berkurang, hingga efek diuretik alias semakin sering ingin buang air kecil.
Karena itu, cara menjaga kehamilan awal yang bisa diterapkan bagi Moms yang coffeholic adalah mengurangi sedikit demi sedikit konsumsi kopi serta teh hingga mencapai takaran yang diperbolehkan atau lebih baik tidak mengkonsumsinya sama sekali. Jika kelak si kecil sudah lahir dan cukup besar, Moms bisa melanjutkan hobi ngopi-ngopi cantik lagi, koq.
Nah... Moms, itulah 5 tips menjaga kehamilan muda yang bisa diterapkan mulai dari sekarang. Adakah tips-tips lain yang belum tersampaikan? Atau Moms mau berbagi cerita selama menerapkan tips-tips di atas? Tinggalkan komentar di kolom bawah ini ya.