Setelah menanggapi mereka dengan seulas senyum dan rasa lapang, ada beberapa sikap orangtua ketika remaja pacaran yang bisa ditunjukkan. HappyFams bisa mencoba menanyai pertanyaan simpel tapi dapat memancing lebih banyak informasi untuk dibeberkan. Seperti "Sejak kapan?", "Kenapa suka dia?", atau "Dimana pertama kali ketemu dia?". Sadari bahwa bisa jadi ia belum dapat memberikan alasan jelas. Akan tetapi, jika HappyFams memberikan gestur dan sikap yang bisa membuat sang anak yakin, cerita akan mengalir dan HappyFams akan memperoleh kesimpulannya sendiri.
Dalam menghadapi remaja pacaran, kegiatan bercerita ini menjadi sangat esensial karena kegiatan ini dapat menjamin komunikasi yang lebih baik antara HappyFams dan remaja. Masalah percintaan adalah masalah yang cukup vital dan bersifat sangat rahasia pada kebanyakan remaja. Maka dari itu, jagalah baik-baik rahasia ini, usahakan jangan sampai bocor kecuali jika anak memang meminta untuk menceritakannya kepada orang lain seperti Dads atau saudara kandung anak yang lebih dewasa.
Poin penting lain yang harus diperhatikan oleh HappyFams adalah jangan menertawakan cerita mereka. Tidak apa-apa jika HappyFams tertawa, akan tetapi jangan sampai diejek. Mungkin cerita cinta monyet mereka akan mengingatkan HappyFams dengan masa lalu. Akan tetapi hal tersebut tidak apa-apa. HappyFams bisa berbagi sedikit cerita masa lalu, salah satunya mengenai apa yang pernah HappyFams lakukan ketika jatuh cinta sehingga kedekatan terjalin.