
Sumber: Unsplash.com/Jeffrey F Lin
Salah satu cara memupuk pribadi dan perasaan yang positif adalah dengan melakukan banyak kegiatan positif. Akan jauh lebih baik jika orangtua juga turut berpartisipasi dalam kegiatannya. Misal, olahraga bersama, melakukan kunjungan ke toko buku dan perpustakaan, melakukan silaturahmi ke saudara-saudara yang tinggal di sekitar rumah, atau sekedar menghabiskan waktu berkegiatan di rumah.
Anak juga dapat mengembangkan diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau mengikuti komunitas positif berdasar minat dan bakatnya. Tingkatkan kepercayaan diri buah hati dengan mendengarkan ceritanya dan memberikan apresiasi padanya. Jangan lupa untuk memberitahunya hal yang benar jika dia melakukan kesalahan.

Sumber: Pexels.com/Lisa Fotios
Untuk menambah khazanah pengetahuannya dalam hal berhadapan dengan lawan jenis, HappyFams dapat menceritakan kisah positif atau membantunya mencarikan referensi. Jika dalam norma atau ajaran yang HappyFams anut tidak mengenal istilah "pacaran", maka pandu ia dengan cerita cinta yang dapat membantunya memilih alternatif lain selain pacaran, yaitu tetap fokus dengan pengembangan dirinya dan tetap berteman baik dengan lawan jenisnya.
Akan tetapi, jika HappyFams mendukungnya, maka tunjukkan itu ketika remaja mulai pacaran. Beritahu batasan pergaulan yang baik. Jatuh cinta selalu menambah dinamika kehidupan, akan ada banyak sekali dinamika dalam percintaan anak. Bisa jadi ia akan mendapati kalau lawan jenisnya menjadi milik orang lain. Sebagai orangtua yang bijak Moms dan Dads wajib berada di sampingnya dan menjadi sumber kekuatan untuk move on.
Apakah HappyFams punya pengalaman lainnya dalam menghadapi remaja pacaran? Yuk berbagi tipskepada HappyFams lainnya di kolom komentar!