Ketika seharusnya hamil menjadi satu momen yang begitu membahagiakan, namun apa jadinya jika tanda bahaya kehamilan mendatangi Moms? Was-was dan khawatir tentu langsung menghampiri, dimana tanda-tanda tersebut bisa menjadi pertanda buruk terhadap kesehatan bahkan keselamatan ibu dan janin. Namun, apa saja sih tanda-tanda yang menunjukkan jika proses kehamilan justru berbahaya bagi ibu ataupun janin? Simak ulasannya berikut ini!

Sumber: Orami
Ketika sel telur dan sel sperma bertemu, maka otomatis tidak akan ada lagi masa menstruasi hingga 9 bulan ke depan. Sehingga apabila suatu saat dalam masa perkembangan janin ini terjadi pendarahan dari area kewanitaan Moms, tentu hal ini perlu diwaspadai. Meskipun pada faktanya, pendarahan dalam jumlah sedikit masih dikatakan normal pada usia kehamilan trimester pertama.
Akan tetapi, jika pendarahan sering terjadi dan dengan jumlah banyak, tentu Moms tak boleh membiarkan hal ini terjadi terus. Secara umum, pendarahan yang terjadi saat usia kandungan masih 3 bulan atau kurang, bisa menjadi suatu tanda awal keguguran. Sedangkan, pendarahan yang dibarengi rasa sakit yang amat sangat di bagian rahim, bisa jadi indikasi berbahaya yang dapat mengancam nyawa ibu.