mamimo.my.id - Momen paling bahagia saat menjadi istri adalah ketika hasil uji kehamilan ternyata positif. Rasanya dunia menjadi sangat cerah. Namun, di sisi lain tentu Moms juga merasakan ada banyak rasa takut, cemas, dan was-was mengiringinya.
Salah satu ketakutan setiap ibu hamil adalah janin lambat berkembang. Umumnya, janin dikatakan berkembang dengan lambat adalah ketika berat badan janin lebih kecil daripada standar berat badan janin pada usia kandungan tersebut. Namun, sesungguhnya bukan itu saja yang menjadi tanda janin lambat berkembang ya, Moms.
Lalu, apa saja penyebab janin lambat berkembang? Apa tanda janin lambat berkembang? Apa saja bahaya janin lambat berkembang? Simak penjelasannya dalam artikel Mamimo berikut!

Sumber: Yandex.com
Secara umum, ada banyak sebab kenapa janin lambat berkembang, berikut informasi yang wajib Moms ketahui untuk kelancaran proses hamil yang sedang Moms alami.
Saat kehamilan, plasenta berperan sebagai penyaring toksin di dalam darah. Plasenta adalah gabungan dari jaringan ikat, serta pembuluh darah janin dan ibu. Pada manusia, tipe plasentanya adalah hemokorialis, dimana jaringan janin dan ibu tergabung. Sementara, proses penyaringan darah dan penghantaran zat langsung ke tubuh bayi dilakukan enzim.
Kerja plasenta biasanya diganggu oleh mutagen berupa zat-zat kimia. Beberapa zat kimia tidak dapat di-detoksifikasi oleh plasenta. Plasenta tidak memiliki enzim untuk mengolahnya. Zat-zat yang tidak terolah ini akan menumpuk di plasenta dan mengganggu proses penyaringan. Ketika kerja plasenta terganggu, biasanya asupan oksigen ke tubuh janin juga berkurang.
Kondisi kurang oksigen ini dapat menyebabkan aktifnya mutagen (zat yang menyebabkan mutasi) di sel tubuh janin. Akibatnya cukup fatal: keterlambatan tumbuh bayi atau cacat lahir. Jadi, perhatikan zat yang Moms konsumsi dan hirup, ya. Jika zat-zat rokok, alkohol, atau suplemen yang berlebihan masuk ke tubuh, sebaiknya segera dikurangi atau lebih baik lagi bila dihindari sama sekali demi kesehatan janin.

Sumber: Yandex.com
Masalah genetik adalah masalah yang lebih tak dapat diprediksi dan dicegah. Masalah genetik dapat terjadi secara acak. Contoh masalah genetik yang pernah terjadi adalah sindrom kelainan lahir seperti Sindrom Down (kelebihan satu kromosom/trisomi di kromosom nomor 21) dan Sindrom Patau (kelebihan satu kromosom di kromosom nomor 13).
Masalah pada gen janin dapat menyebabkan kesalahan pembentukan protein pembantu perkembangan. Akibat yang lebih fatal adalah kegagalan pembentukan protein. Ada banyak protein penting yang bisa gagal sehingga perkembangan janin lambat.
Cara mencegah masalah genetik dimulai dari tahap pra-konsepsi (sebelum perkawinan). Moms dan Dads dapat melakukan screening (pemindaian) gen masing-masing agar dapat mengetahui kemungkinan masalah genetik yang dapat terjadi. Atau melihat kembali sejarah keluarga, apakah pernah ada anggota keluarga yang memiliki masalah genetik sindrom atau kanker?

Sumber: Yandex.com
Kurangnya asupan air dan nutrisi dapat berdampak pada keterlambatan perkembangan janin. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu akan disalurkan melalui plasenta ke tubuh janin. Nutrisi yang rentan kurang bagi ibu hamil adalah zat besi (Fe) untuk tambah darah, vitamin B, dan asam folat yang bisa diperolah dari konsumsi sayuran hijau atau hati dalam kadar tertentu.
Namun, Moms harus perhatikan juga supaya jangan berlebihan ketika memakannya karena berpotensi sebagai pantangan makanan ibu hamil. Moms dapa memperoleh vitamin B dari beras merah, kacang-kacangan, dan buah. Untuk asam folat, Moms dapat memperolehnya dari kedelai dan ikan, dengan syarat ikannya harus dimasak matang ya, Moms!

Sumber: Yandex.com