Infeksi pada bayi dapat terjadi karena sang ibu yang terinfeksi oleh patogen (mikroba penyebab penyakit). Beberapa infeksi yang dapat terjadi adalah infeksi toksoplasma (toxoplasmosis) dan infeksi dari patogen kelamin.
Toxoplasma biasanya diperoleh dari daging yang tidak dimasak hingga matang atau dari bulu kucing. Selain mencegah bakteri pencernaan dan tipus, memasak daging hingga matang juga optimal dalam mencegah infeksi toksoplasma. Efek dari infeksi toksoplasma adalah keterlambatan tumbuh janin, bahkan kematian atau keguguran.
Patogen kelamin dapat menyerang jika Moms telah terinfeksi terlebih dahulu. Sumber infeksi ini dapat hadir dari hubungan seksual pra-hamil atau pada saat hamil. Maka dari itu, sebelum Moms melakukan hubungan seksual saat hamil, pastikan bahwa Moms dan Dads bersih dari berbagai penyakit kelamin untuk melindungi janin dari infeksi.
Selain masalah eksternal uterus, masalah internal uterus juga dapat menyebabkan janin lambat berkembang. Ibarat tumbuhan, jika tanah berada dalam kondisi kurang baik, tumbuhan yang berkembang di atasnya tidak dapat berkembang dengan baik juga. Jika Moms memiliki masalah pada rahim, sebaiknya konsultasi pada dokter untuk mendapatkan bantuan agar dapat hamil dengan kondisi rahim yang lebih kuat.

Sumber: Yandex.com
Setidaknya ada lima tanda bayi lambat berkembang. Apa sajakah itu? Simak dalam daftar berikut ya, Moms!
Dalam berbagai penelitian dan kondisi, ukuran bayi yang lebih kecil daripada normal adalah salah satu indikator bayi lambat berkembang. Tidak cukupnya nutrisi dan berbagai zat yang diperlukan untuk pertumbuhan, serta perkembangan sel membuat beberapa organ tidak terbentuk secara optimal.
Berat bayi yang lebih ringan adalah efek dari mengecilnya ukuran dan kurangnya laju pertumbuhan sang janin. Hal ini dapat belaku hingga usia kanak-kanak dan remaja. Kondisi seperti ini populer disebut stunting.
Denyut jantung bayi yang lemah adalah pertanda kurangnya nutrisi. Apalagi jika ada kelemahan di jantung yang cukup lama, bisa-bisa menjadi indikasi kesalahan pertumbuhan jantung.
Malfungsi organ akibat lambat berkembang mungkin saja terjadi. Hal ini disebabkan kurangnya kadar protein dan zat penunjang tumbuh. Bisa jadi karena keterlambatan, kerja organ baru akan normal setelah lahir.
Masalah mental dapat terjadi jika terjadi keterlambatan perkembangan pada otak. Beberapa ciri yang terlihat adalah agresivitas dan keterlambatan kognisi lainnya pada anak. Konsultasikan pada dokter jika Moms merasa ada sesuatu yang tidak normal pada sang bayi.
Demikian penjelasan mengenai keterlambatan perkembangan janin. Bila Moms punya pengalaman dan pengetahuan terkait janin lambat berkembang, share di kolom komentar, ya!