Namun perlu Moms ingat juga ya! Dalam beberapa kondisi tertentu, ada juga hal yang dapat mempengaruhi perubahan lendir serviks, seperti infeksi vagina, gairah seks, penggunaan pelumas saat berhubungan seks, maupun penyakit seks menular.
Pada masa ovulasi, mulut rahim juga akan terasa lebih tinggi, terbuka dan lebih lembut. Kondisi ini akan membuat sel sperma memiliki kesempatan yang lebih besar untuk masuk pada leher rahim kemudian melakukan pembuahan. Namun, kondisi ini cukup sulit dideteksi, sehingga Moms dan pasangan harus sering mengeceknya secara berkala.
Itulah cara menghitung masa subur sehingga kemungkinan Moms mengalami kehamilan lebih besar. Selain dengan melakukan hubungan selama masa subur, Moms juga bisa mencoba cara lain, seperti mengonsumsi makanan bergizi atau mengelola stres dengan lebih baik sehingga peluang hamil menjadi lebih besar.
Apakah Moms punya cerita dan pengalaman lain seputar menghitung masa subur dan meningkatkan peluang kehamilan? Tinggalkan komentar ya Moms untuk berbagi!