Siapa yang sudah tidak asing dengan kopi khas Aceh ini. Dinamakan Gayo karena kopi ini ditanam di dataran tinggi Gayo dengan ketinggian 1200-1700 mdpl. Kopi Arabika ini memiliki tekstur yang sedikit cair namun tidak terlalu pekat dengan rasa asam yang pas. Sangat cocok bagi orang yang kurang menyukai rasa asam khas kopi.
Penduduk Aceh sendiri sering menikmati kopi Arabika dengan cara tradisional yang unik. Jika sebagian besar kopi disajikan dengan cara disedu terlebih dahulu, namun tidak dengan kopi Gayo ini. Penyajian kopi ini direbus ke dalam panci hingga mendidih, lalu dituang ke dalam gelas yang sebelumnya telah diisi dengan gula atau susu. Tertarik untuk mencobanya juga?
Kopi hitam dari tanah Toraja ini sudah terkenal di seluruh dunia, tidak heran jika Arabika Toraja masuk sebagai jenis-jenis kopi di cafe terkenal di banyak tempat. Kopi ini telah menjadi produk ekspor utama bagi negara Indonesia dengan negara pelanggan yakni Amerika Serikat dan Jepang.