Mungkin sebagian besar dari kita masih asing dengan penyakit Thalasemia. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang menyerang sistem darah manusia, dimana saat ini tercatat ada banyak kasus ditemukan di Indonesia dan Italia. Sayangnya, masih banyak orang yang minim informasi mengenai Thalasemia, dan malah cenderung mengabaikannya. Padahal, Thalasemia termasuk penyakit genetik atau turunan dengan kemungkinan besar dapat terjadi pada anak-anak. Lalu, apa itu Thalasemia dan bagaimana cara pencegahannya? Berikut informasi mengenai Thalasemia yang harus Moms ketahui, yuk mari simak bersama!

Sumber: Yandex.com
Thalasemia merupakan salah satu penyakit kelainan darah yang dibawa dari orang tua atau penyakit keturunan. Pesien thalasemia mempunyai jumlah hemoglobin dan sel darah merah berada di bawah normal. Tidak heran jika pasien thalasemia terlihat seperti mudah lelah, lemas, bahkan untuk thalasemia mayor tidak dapat melakukan kegiatan apapun, serta membutuhkan transfusi darah secara kontinyu.
Secara alamiah, sel darah merah pada manusia akan mati dalam kurun waktu 120 hari, untuk kemudian digantikan lagi oleh sel darah merah yang baru. Namun, bagi pasien thalasemia, sel darah merah hanya dapat bertahan kurang dari 30 hari. Padahal, fungsi utama dari sel darah merah adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jadi, tidak heran jika penderita thalasemia akan terlihat mengalami anemia atau kurang darah.