Anak yang dapat mengenali emosinya sendiri, terutama emosi yang sedang dirasakannya, dapat dikatakan jika anak cerdas secara emosi. Pada awalnya anak-anak akan terbiasa dalam mengungkapkan perasaan atau emosi dasar saja. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia anak, mereka bisa mengungkapkan emosi-emosi yang lebih kompleks. Misal ketika mainan kesayangannya rusak dan berkata "Aku sedih, Mom" atau "Aku senang, Dad", saat memperoleh hadiah merupakan bentuk ungkapan emosi dasar pada balita. Untuk itu penting bagi HappyFams melatih anak untuk dapat mengidentifikasi perasaan buah hati.
Ketika anak menjadi tempat bercerita bagi teman-temannya, HappyFams boleh berbangga sebab buah hati telah mempunyai potensi cerdas dalam mengatur emosinya. Anak telah dipercaya oleh teman-temannya karena dianggap sebagai pendengar yang baik. Anak yang menjadi pendengar bahkan mampu memberikan solusi biasanya mempunyai sisi empati yang tinggi.
Dalam kehidupan pertemanan, munculnya konflik atau pertengkaran merupakan hal yang wajar terjadi. Akan menjadi hal yang luar biasa jika anak mampu menjadi penengah atau inisiator dalam mengakhiri pertengkaran yang sedang terjadi. Sikap demikian menjadi petunjuk bahwa anak mampu menahan emosi dan tidak terbawa suasana.

Sumber: freepik.com
Terkadang tidak semua anak dapat mengungkapkan perasaannya dengan mudah. Padalah penting bagi orang tua untuk mengetahui perasaan anak, agar anak-anak mudah mengidentifikasikan bentuk perasaan yang sedang dirasakan. HappyFams dapat mengajukan pertanyaan tentang kecerdasan emosional kepada anak yang tentu saja dengan cara lebih santai layaknya berbicara dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, HappyFams dapat memberikan makanan kesukaannya dan bertanya apakah mereka suka, jika anak menunjukkan senyuman artinya suka dan bahagia. Itu adalah bentuk emosi yang paling sederhana dan terlihat oleh orang tua. Namun HappyFams juga dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain untuk lebih menggali emosi anak seperti:
Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut terlihat sederhana. Justru dengan memberikan pertanyaan tersebut secara tidak langsung HappyFams menciptakan hubungan yang lebih erat dengan anak. Tidak hanya itu saja, anak juga akan merasa lebih terbuka dan percaya kepada orang tua. Tentunya saat mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut jangan terlalu kaku dan perhatikan juga kondisi anak apakah good mood atau justru sebaliknya.
Nah, HappyFams ternyata kecerdasan emosional penting dilatih sejak dini. Untuk itu pola asuh orang tua sangat diperlukan untuk mengarahkan, mengendalikan, hingga memotivasi emosi anak agar lebih baik.