Contoh pengaplikasian nilai-nilai sosial yang bisa orangtua lakukan, misalnya mengajak anak menyalurkan bantuan terhadap daerah yang terkena bencana alam, melakukan kerja bakti bersama, atau berkunjung ke tetangga yang memiliki perbedaan keyakinan. Dengan hal ini, tanpa dipaksa anak akan merekam hal-hal positif yang pernah ia lakukan bersama keluarga untuk terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Disiplin dan tanggungjawab adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam masyarakat. Salah satu kebutuhan anak usia remaja adalah mendapatkan arahan mengenai nilai-nilai positif tersebut. Keluarga adalah tempat pertama yang dapat mengajarkan nilai-nilai ini. Sebagai orangtua, Moms and Dads harus menunjukkan ketegasan pada anak agar mampu membentuk kedisiplinan dan tanggungjawab.
Salah satu cara untuk membentuk nilai-nilai tersebut dalam keluarga adalah dengan menerapkan peraturan rumah. Rumah yang memiliki peraturan akan membuat anak membuat anak berpikir sebelum bertindak. Penerapan peraturan harus diimbangi dengan sistem reward and punishment agar anak tidak menyepelekan peraturan yang ada.