Generasi yang disebut "remaja" pada saat ini adalah mereka yang lahir diatas tahun 2007. Mereka adalah generasi yang lahir dari orangtua yang merasakan pergantian zaman komunikasi dari berbasis telepon menjadi berbasis internet. Sedikit banyaknya hal ini akan berpengaruh pada kuantitas dan kualitas pekerjaan orangtua. Biasanya pada masa transisi ini orangtua bakal lebih banyak menerima pekerjaan yang seringkali berhubungan dan melibatkan internet.
Hal ini pun meningkat saat gawai ponsel pintar semakin mudah diakses. Akibatnya, tuntutan penggunaan internet semakin banyak, dan orangtua semakin sering berinteraksi dengan internet. Keterikatan dengan gawai kini seakan menjadi pemandangan umum, apalagi bagi pasangan muda. Saat waktu kumpul bersama keluarga, anak justru dibiarkan bermain game di ponsel atau PC, sehingga waktunya berkomunikasi dengan orangtua menjadi sedikit.
Secanggih apapun teknologi tidak akan dapat menggantikan waktu bercengkrama bersama orangtua. Namun kebutuhan alami akan bersosialisasi itu akhirnya digantikan oleh komputer yang tidak dapat berkomunikasi dua arah seperti manusia. Akibatnya tumbuh anak-anak yang merasa "sepi" jauh di lubuk hatinya. Beberapa anak bahkan merasa dirinya tidak spesial karena orangtuanya lebih menghargai gadget dan pekerjaan daripada dirinya.