Depresi Pada Remaja, Ini 5 Ciri Yang Harus Diwaspadai!

Waktu Baca: 5 menitSabtu, 01 Juni 2019 07:10 WIB
Depresi Pada Remaja
Sumber: pexels

4. Mood Swing Yang Sangat Kacau

Remaja yang sedang mengalami depresi biasanya akan dapat menjadi mudah marah dan gelisah. Jadi, perhatikan ya apakah saat ini saat buah hati mengalami perubahan mood yang cukup signifikan? Namun, pastikan Moms dan Dads jangan ikut-ikutan moody ya!

5. Rasa Sakit Di Beberapa Bagian Tubuh

Saat sedang tertekan, seseorang kerap kali merasakan nyeri atau sakit di beberapa bagian tubuh seperti sakit kepala, sakit punggung, nyeri otot, dan sakit perut. Agar segala keluhan ini tidak terjadi secara berkelanjutan, maka Moms dan Dads harus perhatikan keluhan sang anak ya.

Cara Meredakan Depresi Pada Remaja

cara meredakan depresi pada remaja
Sumber: Pexels.com/Pixabay

Ada banyak cara sebenarnya yang dapat HappyFams lakukan untuk meredakan depresi pada remaja. Salah satunya adalah banyak mempelajari tentang depresi. Pelajari tentang gejala, pengobatan, dan perawatan anak dengan depresi. Jika HappyFams mendeteksi gejala depresi pada anak, maka mulailah untuk menjalin komunikasi dengan buah hati tercinta.

Dalam menjalin komunikasi, HappyFams harus siap dengan segala uneg-uneg yang keluar dari benak remaja ketika ia sudah siap untuk mengkomunikasikannya pada Moms atau Dads. Kadangkala remaja dengan depresi memiliki pikiran ekstrim seperti keinginan bunuh diri karena menganggap dirinya sendiri tidak berguna. Jangan marah, jangan panik, tetap tenang.

Saat ia bercerita hal ekstrim, rengkuhlah remaja dalam pelukan. Mungkin remaja akan terkejut dan menangis menyadari bahwa akhirnya ia mendapatkan afeksi yang didambakannya. Tapi, itu pertanda baik. Artinya, beban di hatinya mulai terasa lega. Belai lembut punggungnya, ucapkan padanya bahwa HappyFams akan selalu ada di sisinya untuk menghadapi masa sulit bersama.

Jangan lantas menghujaninya dengan kuliah agama. Yakinkan dulu ia, baru setelah itu berikan ia asupan gizi rohani. Orangtua juga dapat memfasilitasi proses penyembuhan dengan memfasilitasi pola hidup sehat yang dapat menyibukkannya dan berpotensi mendorong produksi dopamin lebih baik dari dalam tubuhnya. Bersabarlah dan dampingi sang anak.

Jika HappyFams rasa perlu untuk berhadapan dengan psikiater, maka dampingi anak dalam pertemuannya. Bantu ia untuk memahami apa yang terjadi pada dirinya, dan bantu komunikasikan dengan dokter apa fungsi dari pengobatan yang diperolehnya kini, agar kesadaran dan semangat berobat muncul dari dalam dirinya. Peluk ia agar nyaman.

Janganlah pernah menjudge dan membandingkan anak dengan oranglain dengan cara yang tidak baik. Hal ini dapat membangkitkan tekanan pada dirinya dan ia semakin malas untuk mempercayai HappyFams. Semisal ada pikiran negatif, komunikasikanlah dengan pasangan, menuliskannya dalam diary, atau mengkomunikasikannya pada pakar seperti psikiater.

Yuk share apa yang HappyFams ketahui tentang depresi pada remaja dan tips menghadapi remaja di kolom komentar! Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Halaman: 12345

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Depresi Pada Remaja, Ini 5 Ciri Yang Harus Diwaspadai!"