Pada dasarnya, di zaman serba teknologi canggih seperti sekarang ini, para remaja lebih membutuhkan curahan kasih sayang, telinga yang siap mendengarkan, serta afeksi yang menunjukkan bahwa dirinya berharga. Tiga hal ini, jika hilang dapat menjadi pemicu munculnya depresi yang tinggi. Yuk, segera luangkan waktu untuk sekedar mengobrol dan mendengar cerita anak remaja Moms dari sekarang! Dengan begitu, ia pun akan merasa lebih didengarkan.

Sumber: Pexels.com/Pixabay
Kehilangan kasih sayang, figur contoh, pendengar yang baik, dan afeksi menjadi deretan dari sekumpulan faktor-faktor yang dapat menyebabkan depresi. Hal ini kemudian melahirkan gejala-gejala depresi remaja sebagai berikut.