
Sumber: hellosehat.com
Obesitas dapat melemahkan kualitas sperma. Untuk itu, Dads harus rutin memeriksa Body Mass Index (BMI) atau berat badan ideal. Cara menghitung BMI yaitu berat badan dibagi tinggi tubuh. Misalnya, Dads memiliki berat badan 80 kilogram dan tinggi 175 centimeter, maka cara menghitung BMI yaitu:
Pertama konversikan tinggi badan ke meter (175 centimeter = 1,75 meter) lalu kalikan dalam kuadrat (1,75 x 1,75 = 3,06). Selanjutnya, bagi berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan (80 : 3,06 = 26,1). Kemudian bandingkan angka BMI Dads (26,1) dengan kategori berat badan berikut:
Di bawah 18,5 = Kurang
18,5 – 22,9 = Normal
23 – 29,9 = Berat badan berlebih (Kecenderungan obesitas)
30 ke atas = obesitas

Sumber: bbc.co.uk
Penelitian menunjukkan hanya 12 persen pecandu alkohol yang memiliki kualitas sperma yang baik. Alkohol diyakini dapat menurunkan kualitas sperma dan memperlambat gerakan sperma ke sel telur.

Sumber: istock.com
Pria yang tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut beresiko lebih tinggi terkena Bacteriospermia atau adanya bakteri di sperma. Untuk itu, disarankan agar Dads memeriksakan kesehatan gigi dan mulut setidaknya enam bulan sekali.

Sumber: cbsnews.com
Makanan cepat saji tidak bagus bagi kesehatan dan kesuburan. Jika Dads ingin memperbaiki kualitas sperma, sebisa mungkin kurangi konsumsi makanan cepat saji dan gantikan dengan makan makanan segar seperti ikan atau daging segar, sayur mayur, buah-buahan, dan gandum.

Sumber: washingtonpost.com
Jika Dads memiliki riwayat sakit diabetes, gangguan kelenjar tyroid, sakit celiac, gangguan saluran cerna atau anemia, jangan anggap sepele. Dads harus benar-benar menyembuhkan penyakit yang diderita karena sangat berpengaruh terhadap kesuburan.
Ayo semangat untuk perbaiki kualitas sperma ya Dads! Jangan sampai rencana kehamilan istri tertunda karena kebiasaan yang kurang baik. Coba share di kolom komentar, apa saja yang sudah Dads lakukan agar istri cepat hamil?