
Sumber: Pexels.com/Bruce Mars
Kualitas ASI juga sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis seorang ibu. Moms pasti juga sering mendengar keluhan tentang ASI yang susah keluar atau produksi ASI yang sangat sedikit karena keadaan/kondisi yang kurang mendukung.
Oleh karena itu Moms harus bisa menjauhi stres, menjaga waktu tidur, dan istirahat yang cukup selama berpuasa. Moms harus bisa melatih emosi agar tetap stabil meski harus berhadapan dengan lapar, dahaga dan menjaga hawa nafsu. Memang cukup sulit dilakukan bagi para ibu, namun tetaplah optimis ya, Moms.

Sumber: Pexels.com/Pixabay
Menjaga cairan tubuh agar tetap seimbang merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan meskipun sedang tidak menyusui saat berpuasa. Kandungan air pada tubuh manusia mencapai 60-70%. Jumlah yang sangat fantastis, ya Moms? Jadi bisa dibayangkan betapa bermasalahnya tubuh kita jika kebutuhan cairan ini tidak terpenuhi dengan baik.
Secara umum, pahamilah dulu cairan dalam tubuh juga memiliki banyak rupa. Mulai dari darah, keringat, enzim, urin, hingga ASI. Lantaran ibu menyusui tidak hanya mengkonsumsi air untuk dirinya sendiri, maka kebutuhan cairannya jadi lebih banyak daripada mereka yang tidak menyusui.
Asupan cairan ini juga tidak harus air putih saja. Moms juga boleh meminum jus buah, air kelapa, atau susu penambah nutrisi. Tapi tetap batasi kadar gula yang masuk ke tubuh ya Moms, terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dapat meningkatkan risiko diabetes serta obesitas. Agar lebih terjaga Moms bisa memakai pemanis rendah kalori yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.
Bagaimana Moms, sudah tidak ragu untuk tetap puasa saat menyusui, bukan? Apakah Moms masih ada kebingungan lain yang belum terpecahkan? Atau mungkin, mau berbagi tips puasa untuk ibu menyusui lainnya? Jangan ragu untuk bertanya dan berbagi ya Moms!